Langsung ke konten utama

Pasir dan Batu

Dalam menjalani kehidupan, pasti ada kala kita sedang berada di atas, terkadang juga kita ada di bawah. Kadang pula kita melakukan hal baik, dan terkadang hal yang tidak baik. Namun, pernahkah kalian menyadari setiap perbuatan yang kita lakukan, secara tidak langsung pasti dinilai oleh orang lain dan hasilnya diantara 2 pilihan, apakah itu? Ijinkan saya menjelaskan 2 pilihan itu melalui sebuah cerita.

"Pasir dan Batu" 




A adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang kalem, tenang, introvert, pendiam, dan juga baik hati. B adalah seseorang yang tempramental, keras kepala, tipe orang yang bertindak dahulu baru kemudian berpikir. Suatu ketika, A sedang berjalan di sebuah koridor, dan di saat yang sama B berjalan dari arah berlawanan. Karena A kebetulan tidak berjalan sambil mendongak ke bawah, maka ia pun menabrak B. B yang tidak senang dengan A langsung saja mendorongnya hingga tersungkur ke tanah, kemudian langsung pergi begitu saja meninggalkan A.

Setelah kejadian tersebut, A menuju ke pantai dimana ia sering menenangkan diri dan juga menghabiskan waktu disana. Disana, kemudian ia menuliskan kejadian yang baru saja terjadi antara dia dan B di atas pasir. "Dorongan yang menyungkurkan saya ke tanah", demikian yang ditulis olehnya di atas pasir. Setelah menulis kata-kata tersebut, A pergi meninggalkan pantai. Tak lama sesudah A meninggalkan pantai, ombak laut langsung menyapu bersih kata-kata yang tertulis di atas pasir tersebut.

Seminggu kemudian, A sedang berjalan di sebuah ladang, dan alangkah kagetnya dia karena tiba-tiba saja dia terjeblos ke dalam sebuah perangkap yang telah dibuat sebelumnya oleh orang sekitar sana, yang sebenarnya bertujuan untuk menangkap hewan buruan. Terjatuhlah A ke dalam sebuah lubang yang cukup dalam dan dia pun berteriak meminta tolong, namun tidak ada orang di sekitar situ. Namun secara mengejutkan, tiba-tiba ada tangan yang menjulur ke dalam lubang tersebut dan akhirnya A dapat keluar dari perangkap itu. Setelah berhasil keluar dari lubang, A menengadahkan kepalanya ke atas dan mendapati ternyata yang menolongnya adalah B. Tanpa berbicara sepatah kata pun, B langsung meninggalkan A setelah membantunya.

Kembali A menuju pantai, kemudian menuliskan hal yang baru saja terjadi. Kali ini ia menulisnya di atas sebuah batu karang yang ada di sekitar situ. "Pertolongan yang tidak disangka dari orang yang tidak terduga", itulah kata-kata yang ditulis kali ini. Setelah itu A meninggalkan pantai, dan ombak air laut yang menyapu batu karang tersebut menyapu batu karang yang tertulis tulisan A, namun tidak menyapu kata-kata yang ada di atasnya, tetap tertulis dan tidak akan hilang.


Dari cerita di atas yang ingin saya sampaikan adalah, ketika melakukan tanggung jawab kita di kantor, atau pun melakukan kegiatan sehari-hari kita di lingkungan rumah, sekolah, kampus atau dimana pun itu, pasti setiap tindakan yang kita lakukan akan dinilai oleh setiap orang. Seperti apakah kita menilai perbuatan orang lain terhadap kita? Apakah kita akan menulis di atas pasir yang cepat hilang dan tidak diingat, atau menulis di batu karang, yang akan selalu diingat dan terpatri dalam jangka waktu yang sangat panjang? Pilihan selalu ada di tangan kita.

-Michael- 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Pertelevisian Kita

Sinetron, mungkin acara televisi inilah yang paling banyak disaksikan oleh masyarakat, baik muda maupun dewasa. Hal ini terlihat dengan banyaknya jumlah sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi di Indonesia. Saking banyaknya mungkin kita tidak ingat judul-judul dari sinetron tersebut. Dampak dari sinetron ini juga seringkali dikeluhkan oleh para orang tua karena merupakan sesuatu yang negatif.

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Go-Jek, Innovative yet Vulnerable to Hostility

Hello, whoever it is, ga kerasa udah lama BANGET ga nulis, ini pertama kali nya kembali nulis di blog setelah non aktif kurang lebih 5 tahun. Hasrat yang terpendam ini tiba-tiba kembali muncul. Dan kali ini saya ingin membahas soal Go-Jek, sebuah jasa yang menawarkan berbagai macam bentuk, mulai dari mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain, membelikan kita makanan, ataupun mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan. Namun kali ini saya tidak mau membahas soal Go-Jek ini secara mendalam, karena ada satu hal yang menurut saya miris, Go-Jek ini merupakan sebuah inovasi dan juga menciptakan lapangan kerja, namun kenapa bisa terjadi hal yang menurut saya janggal.