Langsung ke konten utama

Jurassic World, Perfect Nostalgia

Akhirnya setelah 22 tahun Jurassic Park dirilis pada tahun 1993, dan juga 14 tahun setelah Jurassic Park III dirilis pada tahun 2001, film yang dinanti-nanti oleh orang seperti saya muncul juga. Ya, Jurassic World akhirnya diputar di Indonesia mulai tanggal 10 Juni 2015 serempak di seluruh bioskop.




WARNING, SPOILER ALERT!


Sejak saya pertama kali menonton Jurassic Park, saya langsung menyukai Dinosaurus, apapun itu bentuknya, mulai dari Velociraptor, Brachiosaurus, Ankylosaurus, Triceratops, Pterodactyl, Stegosaurus, dan yang pasti yang menjadi Trademark dari Jurassic Park sendiri, yaitu Tyrannosaurus Rex atau yang sering dikenal sebagai T-Rex. Mengapa saya bilang sebagai Trademark? Bisa dilihat dari poster keempat film Jurassic Park menggunakan rangka dinosaurus yang mempunyai gen T-Rex.

Mari kita mulai membahas film Jurassic World ini sendiri. Dengan setting 22 tahun setelah Jurassic Park hancur karena T-Rex yang di kala itu lepas dari kandangnya, Jurassic World bertempat di pulau yang sama, yakni Isla Nubar. Nampaknya sang Eksekutif Produser Steven Spielberg belum bisa move on dari tempat ini hehe.

Dalam Jurassic World, dikisahkan dua orang anak bernama Zach dan Gray yang pergi berlibur ke pulai Isla Nubar, dimana Jurassic World berada. Namun satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa di film ini, semua dinosaurus yang dikembangkan adalah hasil rekayasa gabungan DNA dinosaurus yang telah punah. Hingga akhirnya, dengan iming-iming ingin terus memuaskan penonton, Simon Masrani selaku board dari Jurassic World memutuskan untuk menciptakan sebuah spesies dinosaurus yang diberi nama Indominus Rex. Celakanya, dinosaurus ciptaan ini telah digabung dengan DNA banyak binatang sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungan dengan sangat cepat, selain itu juga dia dibesarkan di kandang yang terisolasi sehingga saat keluar dia menjadi sangat buas dan liar.



Oh ya, di dalam film ini juga saya sangat tercedak kagum saat dinosaurus berbentuk ikan yang bernama Mosasaurus muncul. Tubuhnya yang berpuluh-puluh kali lipat dari ikan paus biasa diperlihatkan sebagai dinosaurus terbesar yang ada di film ini. WOW sekali menurut saya.


Berlanjut kembali membahas film ini, singkat kata Indominus Rex ini berhasil kabur dari kandangnya yang kemudian berhasil mengacak-acak seluruh Jurassic World, dan puncaknya adalah saat ia menghancurkan Aviary yang kemudian membebaskan seluruh Pterodactyl yang ada di dalamnya, sehingga menyerang seluruh pengunjung Jurassic World. Ini merupakan salah satu scene favorit saya di film ini. Suasana tegangnya dapet, dan juga bikin gereget.



Oh ya, satu hal yang membuat saya berpikir film ini absurd, yakni ada 4 Raptor yaitu Blue, Charlie, Delta, dan Echo yang notabene di latih oleh Owen (diperankan oleh Chris Pratt) selama bertahun-tahun dan dipercaya mereka ber empat telah memiliki sebuah hubungan sehingga dapat diatur. Well, yang terpikirkan oleh saya adalah bagaimana mungkin hewan purba dan buas bernama dinosaurus dapat dikendalikan oleh manusia, apalagi Raptor masuk ke dalam golongan karnovira. Namun hal ini lah yang diperlihatkan di dalam film Jurassic World ini. Dan klimaksnya pada saat inGEN dan tim dari Owen bekerjasama untuk membunuh Indominus Rex, ke empat Raptor ini diberdayakan untuk mencari keberadaan Indominus Rex yang notabene sangat pintar. Namun pada saat Raptor dan Indominus Rex ini bertemu, mereka malah menyerang balik prajurit inGEN.



Pada akhirnya, masihkah ingat dengan kata Trademark yang saya sebutkan diatas? Ya, Tyrannosaurus Rex atau T-Rex lah yang memang kembali menjadi raja di dalam serial Jurassic Park ini. Dalam pertarungan terakhir, diperlihatkan scene antara T-Rex dengan Indominus Rex yang menurut saya juga sangat menegangkan, apalagi jika ditonton di IMAX 3D atau 4DX. T-Rex yang dibantu oleh para Raptor didikan Owen pada awalnya kewalahan menghadapi ganasnya dinosaurus buatan tersebut, namun pada akhirnya memang T-Rex lah yang harus menjadi juaranya. T-Rex berhasil memojokkan Indominus Rex ke tepi kolam yang kemudian diselesaikan oleh Mosasaurus. And in the end, Tyrannosaurus is still the king of Jurassic Park until Jurassic World!

Bagi saya, dengan alur cerita yang sebenarnya standar, namun sangat memuaskan saya dari segi grafis, ketegangan yang cukup intens dan juga menghadirkan nostalgia yang sempurna karena setelah 22 tahun Jurassic Park, suasana nya tetap gereget dan keren! Untuk rating saya memberikan nilai 7 dari 10 untuk Jurassic World ini. Untuk kalian fanboy dari Jurassic Park dan juga dinosaurus, film ini worth it untuk ditonton. Enjoy the Movie!

-Michael-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Pertelevisian Kita

Sinetron, mungkin acara televisi inilah yang paling banyak disaksikan oleh masyarakat, baik muda maupun dewasa. Hal ini terlihat dengan banyaknya jumlah sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi di Indonesia. Saking banyaknya mungkin kita tidak ingat judul-judul dari sinetron tersebut. Dampak dari sinetron ini juga seringkali dikeluhkan oleh para orang tua karena merupakan sesuatu yang negatif.

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Go-Jek, Innovative yet Vulnerable to Hostility

Hello, whoever it is, ga kerasa udah lama BANGET ga nulis, ini pertama kali nya kembali nulis di blog setelah non aktif kurang lebih 5 tahun. Hasrat yang terpendam ini tiba-tiba kembali muncul. Dan kali ini saya ingin membahas soal Go-Jek, sebuah jasa yang menawarkan berbagai macam bentuk, mulai dari mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain, membelikan kita makanan, ataupun mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan. Namun kali ini saya tidak mau membahas soal Go-Jek ini secara mendalam, karena ada satu hal yang menurut saya miris, Go-Jek ini merupakan sebuah inovasi dan juga menciptakan lapangan kerja, namun kenapa bisa terjadi hal yang menurut saya janggal.