Langsung ke konten utama

Perkembangan Teknologi: Bagus atau Buruk?

Teknologi merupakan sebuah penemuan yang bisa dibilang sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Perkembangan teknologi pun tidak dapat dipungkiri terjadi dengan begitu cepat dan pesat, sehingga membuat segala sesuatu yang kita kerjakan sekarang menjadi lebih mudah.

Namun dibalik itu semua, apakah kita sadar bahwa dampak dari perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap keadaan sosial kita, kepribadian kita, dan juga hubungan kita dengan orang lain? Mari kita lihat dari beberapa ilustrasi yang akan saya paparkan berikut ini.







1. Surat Menyurat

Zaman dahulu, let's say 10 - 15 tahun yang lalu seperti yang ilustrasi katakan, masyarakat tampaknya bosan dengan kegiatan surat menyurat konvensional yang tidak efisien. Namun ketika pertama kali surat elektronik bernama E-Mail diciptakan, orang-orang sangat antusias bahkan mengharapkan ada surat yang masuk ke alamat emailnya. Sekarang, bahkan mungkin email kita hampir tidak pernah dibuka karena paling yang masuk hanya spam atau notifikasi sosmed (hayo ngaku). Kini orang-orang malah rindu mendapatkan sepucuk surat yang dikirimkan melalui pos.


2. Guru

Hal ini tidak dapat dipungkiri, zaman dahulu mungkin banyak anak-anak yang bisa dibilang "Masa Kecil Kurang Bahagia" karena tampaknya apabila mendapatkan nilai yang kurang baik di sekolah, orang tua pasti akan memarahi anaknya habis-habisan. Berbeda dengan sekarang, dapat dibilang anak-anak zaman kini dimanja sekali oleh para orang tua, apabila mendapatkan nilai jelek di sekolah, malah terbalik orang tua yang memarahi gurunya. Wajar apabila mental anak zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu, karena pembinaan mental nya berbeda sekali. Hal ini bisa menjadi concern untuk para orang tua agar memperlakukan anaknya sesuai dengan umur, tidak dimanja dari kecil hingga remaja.



3. Foto Liburan

Nah, yang satu ini pasti tidak asing lagi. Perkembangan teknologi memang tidak dapat dipungkiri meningkatkan tingkat narsisme orang. Perbandingannya bisa dilihat dari ilustrasi di atas,  dimana sebelum ada smartphone, saat liburan orang-orang pasti membawa kamera (benar-benar kamera dalam arti sesungguhnya) dan momen-momen yang diambil pun memang menggambarkan suasana liburan. Berbeda dengan saat kini, kebanyakan orang hanya membawa smartphone mereka dan memfoto kaki dengan background suasana tempat mereka berlibur.


4. HP dulu vs HP sekarang

Mari kita bicara soal durabilitas handphone zaman dahulu melawan handphone zaman sekarang. Jika dibandingkan dengan fiturnya jelas tidak bisa, namun bila dibandingkan ketahanannya, sudah jelas lebih unggul HP zaman dulu ya. Digambarkan dengan jelas di ilustrasi bahwa HP zaman dahulu apabila jatuh ke lantai, malah lantainya yang rusak, sedangkan HP zaman sekarang apabila jatuh ke lantai, layarnya yang rusak.

5. Lari
Yang satu ini jujur-sejujurnya membuat saya enek dan memang sedang sangat ramai terjadi di kalangan kita. Sejak dicanangkannya Car Free Day setiap hari Minggu, minat masyarakat untuk berolah raga meningkat tinggi. Begitu juga dengan tingkat narsisme mereka. (Maaf) Untuk kalian yang mengaku dirinya runners, sebaiknya ingat tujuan awal dari berlari itu untuk kesehatan, bukan untuk menjadi ajang pamer medali, bukan juga menjadi ajang pamer jarak tempuh pada saat berlari di sosial media.


6. Ulang Tahun

Mungkin hal ini pasti sudah semua merasakannya di zaman sekarang. Dahulu ketika ada yang berulang tahun pasti dirayakan bersama-sama, dengan kue dan juga berbagai kado yang didapatkan dari teman-teman. Zaman sekarang, kita juga pasti mendapatkan "kado" yakni notifikasi dari sosial media. Sudah jarang sekali orang merayakan ulang tahun bersama-sama, kecuali dengan keluarga dan juga dengan teman dekat.


Mungkin beberapa ilustrasi dan penjelasan di atas sudah dapat menggambarkan perbandingan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang, yang diiringi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kita tidak dapat memutuskan apakah perkembangan teknologi itu baik atau buruk. Perkembangan teknologi tentunya membawa banyak hal positif, khususnya dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun, perlu diingat juga bahwa karena perkembangan teknologi juga dapat membawa dampak negatif apabila kita terlalu mengandalkannya.

"The more you think you depend on (technology), the more it'll be easier to fool you"

-Michael-

Komentar

  1. jaman sebelum eranya smartphone lebih seerruuu dan saling kenal teman :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Pertelevisian Kita

Sinetron, mungkin acara televisi inilah yang paling banyak disaksikan oleh masyarakat, baik muda maupun dewasa. Hal ini terlihat dengan banyaknya jumlah sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi di Indonesia. Saking banyaknya mungkin kita tidak ingat judul-judul dari sinetron tersebut. Dampak dari sinetron ini juga seringkali dikeluhkan oleh para orang tua karena merupakan sesuatu yang negatif.

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Go-Jek, Innovative yet Vulnerable to Hostility

Hello, whoever it is, ga kerasa udah lama BANGET ga nulis, ini pertama kali nya kembali nulis di blog setelah non aktif kurang lebih 5 tahun. Hasrat yang terpendam ini tiba-tiba kembali muncul. Dan kali ini saya ingin membahas soal Go-Jek, sebuah jasa yang menawarkan berbagai macam bentuk, mulai dari mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain, membelikan kita makanan, ataupun mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan. Namun kali ini saya tidak mau membahas soal Go-Jek ini secara mendalam, karena ada satu hal yang menurut saya miris, Go-Jek ini merupakan sebuah inovasi dan juga menciptakan lapangan kerja, namun kenapa bisa terjadi hal yang menurut saya janggal.