Langsung ke konten utama

Koloni Baru Manusia di Mars?

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa suatu saat nanti bumi tidak dapat dijadikan tempat tinggal lagi oleh umat manusia. Seperti yang kita ketahui bersama, bumi bisa dibilang sudah "rusak" dan mungkin beberapa puluh tahun lagi tidak dapat dihuni lagi karena pemanasan global. Oleh karena itu, para ilmuwan mulai mencari cara agar kelangsungan hidup umat manusia dapat terjaga, bahkan mencari planet baru yang berpotensi untuk menggantikan planet bumi sebagai tempat tinggal manusia.






Salah satu upaya yang dilakukan para ilmuwan adalah yang didirikan oleh Bas Landsdrop yaitu Mars One. Mars One adalah sebuah organisasi non profit yang berbasis di Belanda, yang mempunyai tujuan untuk mengirimkan astronot pilihan ke planet Mars, yang dipercaya dapat menjadi tempat tinggal baru bagi manusia nantinya.

Bas Landsrop, pendiri Mars One

Mars One sudah direncanakan sejak 2011 silam. Kelayakan ide kemudian diteliti dengan spesialis dan organisasi ahli, yang membahas aspek keuangan, psikologis dan etis itu. Mars One awalnya rencananya diumumkan publik untuk perjalanan satu arah ke Mars pada Mei 2012, dengan rencana nasional untuk misi prekursor robot di awal tahun 2016, dan mengangkut para koloni manusia pertama ke Mars pada 2023. Bahkan, pada tahun 2033 Mars One menargetkan bahwa akan ada 20 pemukim yang akan hidup dalam satu koloni di planet Mars.

Memang terdengar gila, namun para astronot terpilih nantinya akan menjalani perjalanan satu arah. Ya, mereka yang diberangkatkan ke Mars tidak akan kembali ke bumi lagi, dikarenakan kekuatan gravitasi yang kecil di Mars membuat massa otot dan tubuh manusia menyusut, apabila kembali ke bumi, tubuh mereka tidak akan mampu menghadapi gravitasi yang berat di bumi.

Jarak dari Bumi ke Mars sendiri ditempuh dalam waktu enam bulan dan perusahaan tersebut akan membuat program televisi yang diharapkan bisa menghasilkan cukup uang untuk membiayai rencana futuristik tersebut. Dalam periode dua tahun mendatang, calon peserta yang terpilih akan menjalani serangkaian tes untuk menguji kekuatan fisik dan mental mereka.
Penyaringan akan terus berlanjut hingga terpilih 24 orang yang akan mulai diberangkatkan pada 2024.

 Ilustrasi Koloni Manusia di Mars nanti

Terlintas di pikiran saya ketika membaca tentang hal ini adalah apakah mampu manusia melawan alam? Dapat dikatakan ini adalah sebuah kegiatan yang akan merekayasa alam. Bagaimana jika manusia memang tidak dapat melawan sebuah evolusi atau sebuah kepunahan? Sama seperti halnya pada saat zaman dinosaurus, yang memang harus punah dan menciptakan siklus baru dalam kehidupan, yakni manusia. Namun, apapun yang terjadi nantinya, hal ini patut dihargai karena mempertaruhkan nyawa demi kelangsungan keturunan dan kehidupan umat manusia. Mari kita tunggu kelanjutannya bersama!

-Michael-
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Pendidikan Mental

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer. Siapa di dunia ini yang tidak mau mendapatkan pendidikan yang layak? Bahkan orang-orang yang tidak mampu pun sebenarnya berhak dan ingin sekali mendapatkan pendidikan. Pendidikan pada zaman ini juga dijadikan acuan dalam mencari pekerjaan, standar yang cukup tinggi sudah ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan dalam pencarian karyawan. Perlu digaris bawahi pula pendidikan tidak melulu hanya membaca buku pelajaran, menghafal, memahami materi yang diberikan oleh guru atau dosen. Mari kita membahas soal pendidikan mental yang terkadang seringkali tidak terlalu diperhatikan oleh para orang tua, guru, dan juga dosen dalam membimbing anak-anak atau murid-muridnya.

Betapa Kecilnya Kita

Manusia dilahirkan dengan akal budi dan juga pikiran, oleh karena itulah manusia bisa dibilang ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Namun terkadang kita sebagai manusia tidak menyadari akan hal itu dan tidak menggunakan akal budi kita dalam melakukan berbagai hal. Sebagai contoh, penebangan hutan sembarangan demi memperkaya diri oknum-oknum tertentu, padahal dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya, termasuk manusia di dalamnya, karena hutan semakin gundul, tingkat oksigen pun akan semakin tipis. Sungguh ironi bukan? Mari kembali ke topik semula. Pada tanggal 30 Juni 2015 diperkirakan akan terjadi fenomena alam yakni planet Venus dan Jupiter akan berada dalam jarak terdekat antara satu dengan yang lain dan juga dengan bumi. Hal ini ternyata terjadi lebih cepat, yaitu pada tanggal 27 Juni 2015. Saya dapat melihat Venus dan Jupiter dengan mata telanjang, luar biasa, karena biasanya untuk melihat planet lain kita membutuhkan teleskop yang besar sepe...