Langsung ke konten utama

Proud Of Your Own Country

well, udah lama ga update blog nih :D

ga kerasa juga liburan kuliah gw udah mau abis, senen depan uda masuk oh tidakkkk..
how's your holiday guys ?

liburan lebaran kali ini gw ke Jogjakarta, dimana bagian yang paling gw benci adalah saat perjalanan, bayangkan aja waktu pergi memakan waktu 33 jam (bayangin keadaan pantat anda duduk d mobil selama itu) dan pulang pun memakan waktu 30 jam. TIDAAAAAAKKKKK..

ya tapi terlepas dari itu, saya merasa puas di Jogja, saya jalan-jalan ke berbagai daerah di sana, seperti Gereja Ganjuran, Keraton, Monumen Jogja Kembali, Prambanan, Ambarrukmo, dan pastinya Malioboro :D

kali ini saya punya satu makna tersendiri dalam perjalanan saya selama di Jogja. Pada hari Sabtu lalu, saya mengikuti misa di Gereja Ganjuran pukul 16.00, saya pikir hanya itu jadwal misa di sana, jadi saya pergi kesana untuk misa eh ternyata, misa jam tersebut menggunakan bahasa Jawa. Jadi waktu misa pun saya tidak mengerti apa arti dari ang diomongkan, walaupun ada kertas panduan misa. Tapi saya menjadi menyadari bahwa betapa uniknya bangsa kita ini, kita mempunyai bahasa daerah yang bermacam-macam, dan itu mencerminkan budaya kita loh. Saya pun menjadi bangga sekali ketika mengikuti misa, walaupun saya tidak mengerti.
Jadi menurut saya, kita patut bangga dengan bangsa kita karena memiliki keanekaragaman yang begitu banyak dan unik, jangan lah seperti anak-anak jaman sekarang yang sok sok an tidak peduli dengan bangsa nya sendiri, malah seringkali menghina, menjelek-jelekan bangsa sendiri. WAKE UP PLEASE ! No Offence buat para anak-anak yang seperti itu, tapi itulah kenyataannya, saya benci dengan orang-orang seperi itu, sok arogan, padahal dia sendiri dilahirkan di negara ini.

So, mulai sekarang, cobalah untuk lebih menghargai keanekaragaman di negeri sendiri dan cintailah bangsamu lebih dari apa yang kamu ketahui mulai dari sekarang :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Pendidikan Mental

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer. Siapa di dunia ini yang tidak mau mendapatkan pendidikan yang layak? Bahkan orang-orang yang tidak mampu pun sebenarnya berhak dan ingin sekali mendapatkan pendidikan. Pendidikan pada zaman ini juga dijadikan acuan dalam mencari pekerjaan, standar yang cukup tinggi sudah ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan dalam pencarian karyawan. Perlu digaris bawahi pula pendidikan tidak melulu hanya membaca buku pelajaran, menghafal, memahami materi yang diberikan oleh guru atau dosen. Mari kita membahas soal pendidikan mental yang terkadang seringkali tidak terlalu diperhatikan oleh para orang tua, guru, dan juga dosen dalam membimbing anak-anak atau murid-muridnya.

Let's Talk About #LGBT

Belakangan ini dunia dikejutkan dengan dilegalkannya pernikahan sesama jenis di seluruh negara bagian AS (Amerika Serikat). Presiden Barack Obama dengan bangga mengumumkan kepada publik AS bahwa LGBT legal disana, dan tidak sedikit pihak perusahaan-perusahaan besar di dunia berbagai bidang ikut merayakannya. Tidak hanya itu, sosial media seperti Facebook dan Twitter pun mengajak merayakan hal ini dengan memasang PP ( Profile Picture ) bendera pelangi yang menjadi simbol LGBT dan menggunakan tagar #CelebratePride .   Ket: Beberapa perusahaan dan sosial media yang menyambut gembira keputusan dilegalkannya pernikahan sesama jenis (LGBT)