Langsung ke konten utama

Don't Judge It By Cover ;)

well, cerita ini gw dapetin dari dosen public speaking gw, moga-moga temen-temen bisa lebih bisa "menahan" diri dalam menjudge orang ;)

Jadi, suatu ketika ada seorang agen asuransi yang sudah hopeless karena target tidak tercapai, dan apabila sampai akhir bulan ia masih belum juga mencapai target jadi dia keilangan job nya.. Nah, suatu ketika si agen ini sedang duduk di terminal Bandara Soekarno Hatta Terminal F, FYI, Terminal F itu merupakan terminal untuk penerbangan dengan paling rendah menggunakan maskapai Garuda Indonesia, jadi bisa dibilang Terminal paling elit lah. Disana si agen asuransi mau terbang ke Medan, dan kebetulan ia bertemu dengan temannya yang ingin ke Bali, di terminal yang sama. Nah, di terminal F itu, ada seorang bapak-bapak umur 50an deh ya, dengan pakaian yang NGGA BANGET dan membawa kantong kresek, pokoknya penampilannya tuh ngga banget deh. Sampai akhirnya teman si agen asuransi ini mengobrol dengan dia. Trus temennya bilang gini ama dia, "Eh, target asuransi lu kan belom tercapai tuh, noh liat bapak-bapak yang duduk disana (bapak yang berpenampilan ngga banget itu), coba tawarin dia aja asuransi !". Si agen jawab, "Ah, gila lo, orang kayak gitu lagi mau masuk asuransi, dari penampilan aja ngga banget gitu". Temannya,"Lah, lu blom coba kok uda ngomong begitu ? Udah lu ngomong coba sana, siapa tau aja rejeki numpuk." Akhirnya si agen pun mendekati bapak-bapak itu dan mengobrol mengenai asuransi nya.

Sampai akhirnya si agen pun dikejutkan dengan omongan si bapak, "Oke, saya mau masukkan premi untuk 5 orang, jadi semuanya 5,5 Miliar kan ? Mau dibayar pakai cash atau cek ? Kalau pake cash nanti pas mendarat di Medan kamu ke rumah saya yah ambil uangnya". Betapa kagetnya si agen asuransi tersebut mendengar si bapak ngomong kyk gitu. Bayangin aja, premi total 5,5 Miliar. Si bapak mendaftarkan buat 5 orang, jadi per kepala bernilai 1 Miliar lebih per tahun..

 Sesampainya di Medan, si agen lgsg menelepon temannya itu. "Wah gila, ga nyangka gw, gw langsung tembus target jauh !". Temannya, "Apa gw bilang juga, lu ga percaya sih, tolong transfer komisi ke rekening BCA gw ya sekarang ! hahaha..". "Hahaha, gampang2 ! Lu tau ga, gw dibayar cash loh, gila, seumur-umur gw idup gw baru pernah liat uang segini banyak !"

Well, dari cerita di atas kita bisa ambil kesimpulan, janganlah nilai orang dari penampilan luar aja, sekarang banyak banget orang-orang yang gaya nya sih oke, kemana mana bawa iPhone ama BB di tangan, tapi ternyata ? duit hasil korupsi lah, punya temennya lah. Jangan lah kita terlalu cepat menilai orang tapi kenali dia dahulu :)

Seperti kata pepatah, Jika Tak Kenal Maka Tak Sayang, so, semoga bisa berguna ya buat temen2 :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Pertelevisian Kita

Sinetron, mungkin acara televisi inilah yang paling banyak disaksikan oleh masyarakat, baik muda maupun dewasa. Hal ini terlihat dengan banyaknya jumlah sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi di Indonesia. Saking banyaknya mungkin kita tidak ingat judul-judul dari sinetron tersebut. Dampak dari sinetron ini juga seringkali dikeluhkan oleh para orang tua karena merupakan sesuatu yang negatif.

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Go-Jek, Innovative yet Vulnerable to Hostility

Hello, whoever it is, ga kerasa udah lama BANGET ga nulis, ini pertama kali nya kembali nulis di blog setelah non aktif kurang lebih 5 tahun. Hasrat yang terpendam ini tiba-tiba kembali muncul. Dan kali ini saya ingin membahas soal Go-Jek, sebuah jasa yang menawarkan berbagai macam bentuk, mulai dari mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain, membelikan kita makanan, ataupun mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan. Namun kali ini saya tidak mau membahas soal Go-Jek ini secara mendalam, karena ada satu hal yang menurut saya miris, Go-Jek ini merupakan sebuah inovasi dan juga menciptakan lapangan kerja, namun kenapa bisa terjadi hal yang menurut saya janggal.