Langsung ke konten utama

Generalisasi "Mejikuhibiniu"

Belakangan ini jagat media sosial maupun di dalam masyarakat diramaikan dengan perbincangan mengenai sebuah topik yang agak sensitif, yakni LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Saya yakin, sebagian orang pasti akan muak melihat tulisan ini karena saking bosannya melihat pemberitaan mengenai LGBT ini hehe.

Pada dasarnya, setiap orang pasti mempunyai pendapat yang berbeda-beda mengenai hal ini. Maka tidak heran, topik ini menghasilkan begitu banyak geliat. Pendapat pro dan kontra pun muncul di kalangan masyarakat.

Tidak terkecuali lembaga-lembaga yang berhubungan dengan hal ini, salah satunya adalah Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak) mengeluarkan pendapat pula mengenai LGBT ini. Komnas PA mengeluarkan pernyataan mengenai ciri-ciri Gay. Mari kita bahas poin demi poin yang dikeluarkan oleh Komnas PA, menurut sudut pandang saya sebagai laki-laki normal.





 1. Berselfie gaya alay

Pada poin pertama ini menurut saya agak rancu, sebenarnya ini mau membicarakan ciri-ciri gay atau alay? Apabila disebutkan seperti ini, maka yang saya tangkap poinnya adalah bahwa orang-orang yang disebut "alay" adalah semuanya Gay. Bahkan saya tidak mengetahui persis apa standar orang bisa dikatakan alay. Lalu soal selfienya, emm, memang seorang cowok yang gemar selfie terkesan kemayu, ini saya setuju, tapi belum tentu juga mereka yang gemar selfie itu gay, mungkin gangguan psikologis atau mungkin penyakit mental, hal ini belum saya teliti lebih lanjut, tapi saya pernah mendengar sedikit mengenai itu.

2. Suka menatap ke arah belakang laki-laki

Agak bingung juga dengan pernyataan ini, kalo kita lagi bengong, kebetulan objek yang ada di depan kita punggung laki-laki, terus orang sebelah kita ngeliat kita lg menatap punggung laki-laki, seorang cowok langsung dicap sebagai gay gitu?

3. Suka menatap berkali-kali ke arah laki-laki yang diincar

Poin ini saya agak mengerti, udah jelas kayaknya kalo seseorang suka curi-curi pandang, artinya dia ada ketertarikan terhadap sesuatu yang dilihatnya. Sereeeemmm.

4. Seorang gay biasanya sangat memperhatikan penampilan

Ini aneh, bagaimana dengan orang yang pekerjaannya Sales, Marketing, atau apapun yang mewajibkan mereka sering berinteraksi dengan klien? Otomatis harus sangat memperhatikan penampilan agar terlihat rapi dan juga bonafit bagi perusahaan yang diwakilkannya. Orang rapi dibilang gay, tapi ada yang bilang kalau kebersihan adalah sebagian dari iman. Nah lho?

5. Fashion Update

Poin ini sebenarnya mirip dengan poin ke 4, dan bukan berarti orang mengikuti fashion otomatis adalah seorang Gay. Bagaimana dengan para Fashion Designer yang diwajibkan untuk selalu mengikuti tren fashion supaya model pakaian-pakaian mereka selalu fresh dan inovatif?

6. Wangi

LOL, ini lucu. Masa iya biar kita ga dibilang gay kita harus bau?

7. Memakai riasan

Riasan disini tidak spesifik seperti apa, para punk yang mengenakan anting-anting, ditindik dimana mana juga termasuk dalam memakai riasan bukan?

8. Anting di salah satu telinga (kanan)

Oke, ini sebenarnya mirip dengan poin nomor 7, tapi kenapa harus ditulis hanya sebelah kanan? Mungkin bisa dihubungkan dengan asumsi orang-orang bahwa kalo cewek pake jam tangan biasanya di tangan bagian kanan, jadi kalo ada cowok pake anting di telinga sebelah kanan, jadi kayak cewek.

9. Mengagumi cowok

Poin yang ini okelah ya menurut saya, siapa yang ga serem ama cowok yang mengagumi sesama cowok?

10. Pakai baju "V" Neck

No komen deh, karena ini menurut saya desain dan juga model aja, pilihan tiap orang sih mau pake o neck atau v neck, saya sendiri punya kaos v neck, jadi saya gay dong?

Pada intinya, menurut saya beberapa poin yang disampaikan di atas sangatlah general, tidak spesifik, maka tidak ada pernyataan yang kuat yang dapat menunjukkan bahwa apabila seorang pria memiliki ciri tersebut pasti adalah seorang gay. It's just way too ridiculous for me. Itu pendapat saya, pasti setiap orang pun memiliki pendapatnya masing-masing. Mari tanggapi hal ini dengan bijak.

"Love The Sinners, Hate The Sin"

-Michael-

Komentar

  1. There is nothing wrong with LGBT, selama kaga nyolek orang yang straight. Somehow ngeluarin statement ciri2 LGBT yang di sebar melalui Media, scr langsung bikin kaum LGBT didiskriminasi dan ngga diterima. Besok2 ga diterima kerja dimana2 akhirnya mati.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Pertelevisian Kita

Sinetron, mungkin acara televisi inilah yang paling banyak disaksikan oleh masyarakat, baik muda maupun dewasa. Hal ini terlihat dengan banyaknya jumlah sinetron yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi di Indonesia. Saking banyaknya mungkin kita tidak ingat judul-judul dari sinetron tersebut. Dampak dari sinetron ini juga seringkali dikeluhkan oleh para orang tua karena merupakan sesuatu yang negatif.

Boleh Saja Membantu, Asalkan...

Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan baik di dalam segi apapun itu pasti akan mendapatkan pahala yang setimpal. Oleh karena itu orang-orang yang mampu untuk membantu pasti ingin sekali melakukan hal yang seharusnya dilakukan kepada orang yang sedang kesusahan. Sekitar 2 hari yang lalu saya membaca sebuah berita mengenai seorang kakek di Sidoarjo yang sudah tua renta, menderita penyakit stroke , namun masih bekerja keras mencari nafkah dengan cara menghibur orang di balik kostum badut karakter Winnie The Pooh . Dia setiap hari tanpa kenal lelah bergerak dengan tubuhnya yang diserang stroke demi mendapatkan perhatian dari pengguna jalan dan mendapatkan secercah harapan berupa uang yang dapat menghidupinya. Namun betapa terkejutnya saya pada hari ini, 16 Juni 2015, 2 hari setelah saya membaca berita tersebut, muncul lagi berita mengenai kakek ini. Tapi yang diberitakan bukan karena dia menarik perhatian orang-orang agar membantunya, malah ternyata dia adalah seorang pen...

Go-Jek, Innovative yet Vulnerable to Hostility

Hello, whoever it is, ga kerasa udah lama BANGET ga nulis, ini pertama kali nya kembali nulis di blog setelah non aktif kurang lebih 5 tahun. Hasrat yang terpendam ini tiba-tiba kembali muncul. Dan kali ini saya ingin membahas soal Go-Jek, sebuah jasa yang menawarkan berbagai macam bentuk, mulai dari mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lain, membelikan kita makanan, ataupun mengantarkan barang sampai ke tempat tujuan. Namun kali ini saya tidak mau membahas soal Go-Jek ini secara mendalam, karena ada satu hal yang menurut saya miris, Go-Jek ini merupakan sebuah inovasi dan juga menciptakan lapangan kerja, namun kenapa bisa terjadi hal yang menurut saya janggal.